Sabtu, 28 Mei 2022

ULANG TAHUN KE-16 LUMPUR LAPINDO SIDOARJO


Lumpur Lapindo Sidoarjo (Sumber:Wikipedia)

 

            Lumpur? Apa yang menjadi sekilas pemikiran kita apa bila mendengar kata itu, apakah terlitas sebuah pemikiran akan kekotoran? Atau sebuah air yang keruh? Atau juga terlitas gambar sebuah hewan yang suka bermain di kubangan air kotor itu seperti kerbau babi dan lainnya?. Tapi dalam pemikiran atau sejarah menjacatat kata lumpur menjadi salah satu kata kelam yang menjadi tahun-tahunan membayangi peristiwa tenggelamnya secuil daerah di Kabupaten Sidoarjo.

            29 Mei 2006 menjadi hari yang sulit dilupa oleh masyarakat Kecamatan Porong Kabupaten Sidoarjo Provinsi Jawa Timur, Tepat di dusun Balongnongo Desa  Renokenongo dan Desa Jatirejo Peristiwa menyemburnya cairan panas berupa lumpur yang keluar dari jarak 150 meter dengan lokasi pusat pengeboran,lokasi pengeboran itu bernama sumur Banjar Panji-1 (BJP-1), tempat inilah yang menjadi salah satu sumur eksplorasi gas kepunyaan dari PT Lapindo Brantas Inc.

            Sebelum lumpur menenggelamkan kawasan pemukiman dan juga kawasan industri utama Jawa Timur disekitar tempat itu, PT Lapindo Brantas Inc telah diperingatkan soal pengeboran mencapai 8.500 kaki tersebut, pada tanggal 18 Mei 2006 PT Medco Energi telah mencoba mengingatlan perihal dipasangkannya casing atau pipa selubung yang pasti harus dipasang sebelum melaksanakan pengeboran.

            Penyemburan lumpur yang berskala besar sehinggah mampu menenggelamkan 16 Desa di  Kecamatan dari Kabupaten Siodarjo tersebut,menurut humas PT Lapindo Brantas Inc semburan lumpur dilingkungan pengeboran sumur Banjar Panji tersebut karena efek dari terjadinya gempa yang ada di Kota Yogyakarta, 2 hari sebelum penyemburan lumpur yang ada di Sidoarjo, bahkan humas PT Lapindo Brantas Inc membantah dengan tegas apabila ada yang mengatakan bencana ini terjadi karena kesalah prosedur pengeboran perusahaan milik umar bakrie grup tersebut.

            Informasi yang disajikan oleh humas dari perusahaan Lapindo Brantas berbalik 180 Derajat dengan pendapat 42 ahli geologi. Para ahli geologi terebut berpendapat bahwa PT. Lapindo Brantas melakukan sebuah kesalahan besar terkait prosedur pengeboran sehingga menjadikan keluarnya lumpur dari dasar bumi hingga ke permukaan bumi tersebut. Pendapat ini menjadi rujukan masyarakat bahwa PT. Lapindo Brantas telah melakukan kesalahan dan enggan mengakui supaya tidak melakukan ganti rugi dengan menelan biaya yang sangat besar itu.

             Berbekal media penyiaran seperti ANTV dan TV One, Umar bakri grup mengupayakan sebuah klarifikasi di siaran televisi milinya. Bukan klarifikasi perihal kejadian sesungguhnya, malahan yang terjadi yakni klarifikasi bahwasannya PT. Lapindo Brantas tidak melakukan kesalahan dalam penggalian yang mengakibatkan semburan lumpur berkubik-kubik tersebut, Bahkan PT. Lapindo Brantas membuat opini baru agar dipercaya oleh khalayak umum dengan sebuah argumentasi bahwa bencana lumpur lapindo itu terjadi karena faktor alam dengan sebuah rentetan peristiwa pasca terjadinya gempa bumi di Daerh Istimewa Yogyakarta. Begitulah cara PT. Lapindo Brantas agar segala seluk beluk pertanggung jawaban ganti rugi bisa dilimpahkan ke pemerintah, bukan dari PT. Lapindo Brantas seniri yang mengatasinya.

            Beribicara ganti rugi PT. Lapindo Brantas tidak sepenuhnya goal, Juli 2015 PT. Lapindo Brantas mendapatkan dana pinjaman dari pemerintah dengan nilai sebesar Rp.773,38 Miliar untuk  melunasi ganti rugi berupa pembelian tanah dan bangunan, catatan peminjaman ini tidak dengan batas waktu yang leluasa namun Bakrie Grup diberikan waktu selambat-lambatnya 4 tahun, kalau terhitung peminjjaman bulan Juli 2015 maka seharusnya sudah kembali pada Juli 2019 kemarin dan perlu diketahui Bakrie Grup juga harus mengeluarkan bunga yang diberikan 4,8 persen disetiap tahunnya dari keseluruhan pinjaman.

            Beberapa kesempatan telah diupayakan pemerintah agar Bakrie Grup bisa mampu membayar ganti rugi baik bagi para pekerja maupun masyarakat sekitar yang dirugikan, namun kesempatan itu tidak di indahkan oleh Bakrie Grup, sampai saat ini perusahaan baru bisa mencicil 1 kali ansuran yang seharusnya harus dicicil selama 4 kali dan harus selesai bulan juli tahun 2019 lalu. Tercatat di Badan Pemeriksa Keungan (BPK) merilis utang PT. Lapindo Brantas sampai ke nilai Rp.773,38 Miliar untuk hutang pokok, Rp.163,95 Miliar untuk bunganya dan Rp.981,42 Miliar untuk dana denda yang harus dibayarnya.

            Lantas bagai mana sikap pemerintah, Apakah berani menyita aset dari keluarga kolongmerat Bakrie Grup? Ini adalah tantangan tersendiri oleh pemerintah sebelum ada skema opini baru perihal utang-piutang yang dibuat-buat oleh bakrie grup serta disebarluaskan ke media penyiaran miliknya untuk menjadi alat propaganda baru, seperti kasus membantahnya perihal kronologi menyemburnya lumpur lapindo yang jelas-jelas muncul dari sumur galiannya.

            Menelisik kasus lumpur lapindo yang dialibikan terjadinya karena faktor alam oleh humas PT. Lapindo Brantas menjadi sebuah hal krusial yang harus dipertanggungjawabkan oleh humas itu sendiri, Jelas itu hanya sebuah alibi yang tidak bisa menjawab secara deskriptif permasalahan lumpur lapindo. Perlu kita ketahui bersama humas adalah menjadi salah satu tubuh perusahaan yang berperan penting guna penyebaran informasi baik secara internal perusahaan atau kepada khalayak umum. Semestinya humas harus berbicara secara benar berupa menyajikan sebuah jawaban yang bisa dipertanggung jawaban atas tindakan yang dilakukan oleh perusahaannya seperti mampu menerangkan kronologi kasus secara ilmiah bukan malah menjadi perisai penutup kemunafikan. Masyarakat sekitar sudah sangat berduka akan kejadian ini, jangan ditambah-tambahi akan penutupan tabir kebenaran demi memindah tangankan atau cari aman dalam sebuah permasalahan.

            Gejolak yang terjadi masih harus dituntaskan sampai akhir oleh PT. Lapindo Brantas, semestinya klarifikasi berupa permohonan maaf dan mengundanga ahli geologi untuk menjelaskan situasi serta kronologi kejadian saat itu, inilahyang mampu menjadi modal utama untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat bahwasannya PT. Lapindo Brantas bertanggung jawab penuh akan kejadian ini, dengan ini pula nama baik kolongmerat Bakri Grup bisa diperbaiki.

            Penyelesaian kasus lumpur lapindo bukan hanya selesai dengan klarifikasi kebenaran saja, namun PT. Lapindo Brantas lewat pemiliknya harus mampu menyelesaikan utang-piutang pemerintah yang diberikan oleh perusahaanya. PT. Lapindo Brantas juga harus bisa menyejahterakan masyarakat sekitar perusahaanya, urusannya tidak selesai dengan ganti rugi tempat tinggal, namun PT. Lapindo Brantas harus bisa memikirkan ratusan orang yang kehilangan mata pecahariaanya, seperti contoh petani yang kehilangan ladang garapan, buruh yang kehilangan pekerjaan, serta pekerja lain yang kehilangan modal karena ditenggelamkan oleh lumpur panas tersebut. Mengembalikan mata pencaharian paska kejadian musibah itu memanglah sulit, kita harus berfikir potensi apa yang bisa dilakukan di lautan lumpur untuk menjadi sebuah ladang pekerjaan? Dengan media lumpur kiranya bisa dibuat semacam kerajinan tanah seperti pembuatan bata, genteng dan bahan-bahan beton lainnya. Selain itu masyarakat sekitar bisa membuat semacam geowisata yang menyajika wisata berbasis sejarah.

            Genap 16 Tahun kasus lumpur Lapindo belum usai, jeritan-jeritan korban masih mendengung di langit dan dibiarkan melayang, kehidupan ditelantarkan seperti domba yang kehilangan rumput serta dedaunan, lingkungan yang semestinya bisa menjadi ladang pencaharian kini harus menjadi laut yang penuh lumpur neraka yang tak bertuan, semuahnya masih menungguh langkah taktis yang sampai saat ini belum bisa dipenuhi oleh  PT. Lapindo Brantas. Semoga saja Bakrie Grup mampu mememberikan jawaban yang bisa melegakan kehidupan masyarakat sekitar perusahaanya untuk melupakan kisah kelam serta bangkit bersama untuk ekonomi maju.

Abid Arrohman

Jumat, 29 Mei 2020

Catatan kaderisasi #1


Pembibitan dengan jalur kaderisasi formal memanglah tak segampang membalikkan telapak tangan, Namun setidaknya ada jalur alternatif yang outputnya sama menjadi kader walau tanpa formalitas berupa secarik kertas

Adakalahnya jalur non formal harus ditempu, entah jalur mobilisasi, entah jalur apresiasi, entah jalur eksistensi dan lain sebagainya dan terpenting tak terlupakan semua terkumpul karena sebuah pengabdian

Berproseslah serta cari setitik cahaya yang nantinya akan menerangi jalanmu kelak menempu lika liku masa depan.

Dan masih sangat Ter-ingat kata - kata Kyai Turmudzi Labuhan " Negeri ini butuh pimpinan yang Nasionalis dan Agamis, Salah satunya adalah IPNU IPPNU " - Tutur beliau saat Makesta Pelajar NU Labuhan 2019

Kamis, 23 Januari 2020

Organisasiku Tidak Pernah Mengganggu Sekolahku

Waktu sudah menunjukkan pukul 23:00 semakin larut malam tapi aku masih sibuk mengerjakan bahan-bahan untuk rapat persiapan pelantikan PAC IPNU IPPNU Brondong masa bakti 2018-2019 (Sebuah organisasi pelajar ormas islam yang mencangkup 1 kecamatan).Waktu semakin berlalu aku tak terasa bahwa aku tertidur karena kelelahan.
Pagi buta tepatnya setelah adzan Shubuh aku terbangun akan teriakan sang  ibunda tercinta “ Abid bangun waktunya sholat Shubuh....!!!!!” (Maklum terkadang kalau kelelahan dan tanpa teriakan ibu,Aku tak bisa bangun melaksanakan Sholat Shubuh).Setelah itupun aku langsung mengambil air wudhu dan langsung menunaikan ibadah sholat shubuh.Setelah itu aku tertidur lagi karena badan yang masih terasa amat letih dan mata memerah (Efek ngelembur sampai malam).
Ibu mencoba membangunkan ku lagi “ Bid sudah jam setengah 7 pagi loh,kamu nggak sekolah to...?” mendengar kata-kata itu aku tergesa-gesah langsung menuju ke kamar mandi,setelah mandi aku langsung menuju kekamar tidur untuk persiapan menuju sekolah (memakai seragam sekolah hingga menata buku,maklum kemarin malam tidak sempat menata buku).Aku turunkan sepedah motorku dari rumah,lalu aku melihat jam dinding menunjukkan pukul 06.50 dan secepatnya aku minta uang saku dan ku cium tangan ibu dan ayahku lalu aku berangkat menuju keekolahan dengan bersepedah motor dengan kecepatan sangat tinggui (terkadang hampir terjatuh sii...).
Entah keberuntungan apa Aku jarang sekali telat untuk masuk kelas saat waktu jam pertama,walaupun aku berangkat kesekolah dengan waktu yang mepet dengan jarak desaku menuju kesekolahan,jika dikira-kira desaku itu desa Labuhan dan sekolahanku itu bernama SMK Negeri 1 Brondong (Lamongan Jawa Timur) yang bertempat di desa Tlogoretno yang jaraknya hampir 6 KM.Tetapi sesampainya di kelas aku sangat ngantuk hingga tidak jarang aku tertidur saat kegiatan belajar mengajar.Dan aku juga sering izin meninggalkan jam pelajaran untuk Kegiatan OSIS,Gimana lagi aku tidak bisa meninggalkan amanah itu semua karena aku menjadi ketua OSIS di sekolahan tersebut.
Kejadian itu sering terjadi dimasa itu hingga sampai banyak guru-guru yang menegurku. “Abid kamu itu bagaimana si kok tidak pernah masuk jam pelajaran,kamu tertinggal materi banyak nak....”.Aku pun semakin bingung hingga mendekati Stres karena guru-guru menegurku dan seluruh kegiatan organisasiku belum berjalan dengan lancar ditambah lagi komunitas teaterku yang sebentar lagi akan perfom,aku yang menjadi tokoh utama di pementasan tersebut tapi aku belum hafal naskah yang sebanyak itu. “ Ya Allah aku bingung dengan semua ini ”.Dalam hati aku pun menangis karena beban yang aku rasakan semua ini,aku mau meninggalkan organisasiku tapi itu semuanya amanah,aku mutusin nggak ikut perfom teater mesti aku merugikan dan mencemarkan nama baik komunitas teaterku,jika aku lakukan semuanya aku tertinggal materi dan nilai sekolahku “
lalu aku harus bagaimana Ya rabb.....?”
Waktu saat itu menunjukkan pukul 09.40 dan bel istirahat pun berkumandang seluruh teman-temanku dengan senangnya menuju kekantin.lalu satu temanku ada yang mendekatiku dengan menanyakan “ kamu kenapa bid?,ayo kita kekantin” aku pun menjawab “ nggak zis aku nggak papa kok,kamu langsung aja kekantin aku nyusul”.setelah itu azispun langsung menuju kekantin,tapi aku memutuskan menuju ke Musholla untuk sholat sunnah Dhuhah dengan tujuan menenangkan hatiku yang amat gelisah ini,aku pun berdoa’a meminta pentunjuk dan Allah Swt.Aku sangat yakin dengan aku memohon petunjuknya pasti semuanya akan dipermudah.
Setelah aku sholat Dhuhah,Aku langsung menuju kekantin,untuk mengisi perutku yang kebetulan sudah sangat lapar.dikantin itu aku bertemu oleh salah satu guruku yang bernama pak Edy Zulianto.Guru yang sangat enjoy tersebut yang biasanya dipanggil anak-anak dengan panggilan Jendral Edy tersebut berkata denganku “Kamu itu kurang tenang bid saat melakukan apapun” Aku pun terbengong,apakah ini jawaban dari Tuhan.. Aku pun meresapinya,ternyata benar disetiap aku mengerjakan sesuatu itu kurang tenang hingga semua beban seolah-olah tertimpa kepadaku semuanya.
Dari kata-kata mutiara Jendral edy tersebut aku sangat termotivasi untuk memperbaiki segala sesuatu yang membuatku gelisah ini.Didalam hatiku aku bertekad “Bapak ibu aku tak akan mengecewakan kalian,dan untuk bapak ibu guru aku akan mempersembahkan prestasi terbaikku untuk kalian”Bismillahrrohmanirrohim mulai saat itu aku atur waktu dimana untuk organisasiku,dimana waktu untuk komunitasku dan dimana waktu untuk Sekolahku dengan sedisiplin mungkin.dengan sangat tenang aku lalui semua itu,dari suksesnya pelantikan PAC IPNU IPPNU Brondong yang saat itu aku kebagian mengkonsep acara tersebu.Alhamdulillah acara tersebut berlangsung dengan baik dan sangat beda sampai pimpinan PC IPNU IPPNU Lamongan sangat bangga karena pelantikan tersebut beda dengan pelantikan lainnya yaitu memperpadukan unsur jawan dengan unsur keislaman dengan pencahayaanya dari ribuan lilin.Tidak hanya itu,pelantikan tersebut pun dicatat dan ditampilkan diweb Khusus PP IPNU IPPNU oleh Pimpinan Pusat IPNU IPPNU yang bertempat di Jakarta yang notabenenya Web tersebut dilihat se-Nusantara bahkan se-penjuru dunia.
Aku sangat bangga dengan berita Tersebut.setelah sukses di Organisasi aku pun mulai fokus dikomunitas Teaterku,dengan tenang aku belajar naskahnya,sedikit demi sedikit aku menghafalkannya.walaupun dengan waktu yang sangat mepet sekitar 3 hari sebelum pementasan aku sangat optimis,bahwa aku bisa menampilkan yang terbaik.Dan saat-saat yang aku tunggu tiba yaitu Pementasan Teater Untuk Memperingati Hari Pahlawan yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Paciran Jawa Timur.Dengan membawakan naskah yang berjudul “Fajar sidiqh” aku tak menyakai mendapat tepuk tangan yang sangat banyak,tak henti-hentinya aku bersyukur kepada yang maha kuasa dengan segala karuniannya sehingga aku dan Komunitas teaterku yang bernama “Teater Warna-Warni” mampu mempersembahkan yang terbaik dipementasan Tersebut.
Setelah aku selesai di kegiatan organisasi dan komunitasku masih ada Pr besar yang harus aku kerjakan yaitu tentang sekolahku.Aku sudah berjanji bahwa aku akan membuat bangga orangtuaku dan seluruh guruku. Hari mulai hari aku bergelut dengan buku pelajaran detik demi detik aku belajar hingga pada saat yang aku tungguh tiba yaitu “Ujian Akhir Semester 2”.Aku tak yakin bisa melaluinya dengan baik,aku mempunya target Harus dapat Rangking 5 besar.Aku mulai mengerjakan soal dengan bacaan basmalah dengan tenang aku mengerjakannya,alhamdulillah semuanya yang aku pelajari keluar pada ujian tersebut.
Waktu demi Waktu pun berlalu,aku telah usai melaksankan ujian tersebut dan tak aku sangka saat penerimaan rapot aku mendapatkan rangking 2 dari 21 anak.Orang tuaku sangat bangga dan bapak ibu guruku tak menyangka abid yang dulunya jarang masuk kelas karena sibuk dengan organisasi dan komunitasnya sekarang dia berubah menjadi anak ajaib yang mampu bersaing dengan teman-temanya.Tak henti-hentinya aku bersyukur atas nikmat yantg telah diberikan Tuhan untukku.
Aku masih belum puas dengan semua itu.tepat saat libur ujian sekolah ada pamflet yang menunjukkan perlombaan “Membuat Iklan Gigabyte”.Akupun membacanya dan benar aku tertarik untuk mengikuti lomba tersebut,aku ajak sebagian teman sekolahku yang notabenenya Anak Multimedia yang faham betul dengan vidio,pengambila gambar,film dll.Aku pun mulai mendekati mereka,Alhamdulillah ada yang tertarik seperti Obet,Friska,Yongki,Jeni,Akbar.Konsep demi konsep kita buat sedikit demi sedikit kita melalukan recording atau rekaman memerlukan waktu sekitar 2 minggu dengan editingnya juga,sering juga kita lemburan mengerjakan dilab Komputer Multimedia sampai larut malam tak jarang juga kita tidak pulang,dengan didampingi Mas Ma’ruf selaku pembina,kita melakukan editing hingga pengiriman.Aku masih ingat mengirim file vidio yang begitu besarnya untuk dilombakan yaitu saat tengah malam antara jam 00.00 sampai 02.00 karena saat itu jaringan internet sangat lancar .Tepat pengumuman kemenangan lomba tersebut aku pun hadir bersama Crew pembuat film tersebut dengan didamping bu Lilis selaku ketua program Multimedia.Sebelum pengumuman yang dilakukan disekolahan SMK Negeri 1 Singgahan Tuban Jawa Timur tersebut,peserta harus presentasi unsur-unsur videonya dari Shhoting (pengambilan gambar),Editing hingga efek-efek Video Iklan itu.diurutan pertama kita harus maju,sebelum aku dan friska sebagai perwakilan yang mempresentasikan kedepan,kita meminta restu kepada Bu Lilis semoga diberi kelancaran,dan ta henti hetinya aku berdo’a kepada Allah Swt.agar diberika yang terbaik untuk kita.Dengan optimis kita menerangkan dari mengambilan gambar,editing dll.Alhamdulillah selesai sesuai harapan.
Waktu pengumuman telah tiba,lebih tepatnya 1 hari dari selesainya presentasi iklan tersebut.Dengan sangat Optimis aku bersama Crew dan didampingi lagi dengan Bu lilis dan ditambah Bu Maymunah selaku wali kelas kami.Dengan harapan yang terbaik kami mulai berangkan menuju SMK Negeri 1 Singgahan lagi.Bu Lilis pun berkata”Mas Abid dan teman-temanya optimis ya.. dan selalu berdoa semoga diberikan yang terbaik untuk kalian” aku pun menjawab Bu lilis “Iya bu Terimakasih atas semangatnya....”
Sesampai disana Aku pun deg degan karena lomba ini diikuti pelajar se-Indonesia,kami pun mulai memasuki ruang pengumuman.tak terasa detik demi detik berlalu keringat semakin membasai tubuh,karena efek tegang mungki,Pemandu acara pun sudah mulai memngumumkan para juara dan “ Juara harapan 2 diraih oleh SMK Negeri 1 Brondong” aku sangat tidak menyangkah semuanya,kami sangat bangga karena kami bisa berprestasi lewat perlombaan tersebut yang pesertanya diikuti pelajar Seindonesia.
Aku sangat bannga dan bersykur atas pencapaiaan semua ini,guru-guru disekolahku akhirnya sangat bangga dengan semua itu disamping itu aku juga sukses mengawal OSIS SMK Negeri 1 Brondong masa bakti 2016-2017 dengan sangat baik.dengan prinsip “Quantitas Sedikit Kulaitas Terbaik” dan jargon OSIS pada saat tersebut “Karena Jiwanya Dan Semangatnya”Alhamdulillah mampu mengantarkan osis tersebut menjadi osis yang terbaik dari pada sebelum-sebelumnya hingga banya yang menjuluki OSIS saat itu dengan julukan OSIS GENERASI EMAS.
“Alhamdulillah atas semua pencapaianku ya Allah,Tanpa pertolonganmu aku tak bisa apa-apa”.Walaupun dengan bengitu baik pretasiku aku tetap rendah hati,Karena semua ini hanya titipan dari Tuhan semata.

ULANG TAHUN KE-16 LUMPUR LAPINDO SIDOARJO

Lumpur Lapindo Sidoarjo (Sumber:Wikipedia)               Lumpur? Apa yang menjadi sekilas pemikiran kita apa bila mendengar kata itu, ap...